Asal Usul Kota Banyuwangi

Tuesday, March 09, 2010


Pada zaman dahulu kala terdapat sebuah kerajaan di ujung timur pulau Jawa bernama Kerajaan Blambangan. Kerajaan ini diperintah oleh Raja Sulahkromo dan dibantu oleh Patihnya, Sidopekso. Pada suatu hari, Patih Sidopekso diperintah untuk menjalankan tugas di sebuah desa. Di desa ini patih sidopekso menginap di rumah sepasang suami istri yang mempunyai seorang anak gadis yang cantik jelita bernama Sritanjung. Patih Sidopekso langsung jatuh hati pada gadis ini. Maka, ia segera melamar Sritanjung dan menikahinya. Dan akhirnya Sritanjung dibawa bersama Sidopekso kembali ke kerajaan.

Melihat kecantikan Sritanjung, sang Raja memiliki maksut buruk. Maka diutusnya kembali Patih Sidopekso untuk menjalankan tugas ke luar kerajaan.

Selama Sritanjung ditinggal oleh suaminya bertugas, sang Raja memanfaatkan situasi ini. Ia melamar Sritanjung menjadi selirnya dan memintanya meninggalkan suaminya. Namun, Sritanjung menolak lamaran Raja tersebut. Raja pun merasa kesal karena lamarannya ditolak.

Sepulang Sidopekso dari bertugas, sang Raja menghasutnya. Sang Raja mengatakan pada patih Sidopekso bahwa selama ditinggalnya bertugas, istrinya, Sritanjung, berusaha untuk merayu sang Raja, Sritanjung ingin menghianati Sidopekso. Karena sangat percaya pada sang Raja, Sidopekso mencari istrinya dengan terbakar amarah.

Melihat kelakuan suaminya yang baru pulang dari bertugas, Sritanjung merasa bingung. Sidopekso menuduhnya telah menghianatinya. Sritanjung pun berusaha menjelaskan kejadian yang sebenarnya.Namun Sidopekso tidak percaya dengan cerita Sritanjung. Ia malah menganggap Sritanjung berbohong.

Karena sudah terlanjur marah, Sidopekso menyeret Sritanjung ke pinggir sungai.

Lalu Sritanjung pun berkata pada Sidopekso bahwa ia boleh membunuhnya kalau memang ia tidak percaya. Namun apabila darahnya telah bercampur dengan air sungai, dan air sungai itu menjadi bening dan harum, itu berarti ia tidak berbohong. Namun, apabila air sungai itu menjadi keruh dan berbau busuk, artinya ia berbohong.

Sidopekso pun menghunuskan keris ke dada Sritanjung. Tubuh Sritanjung jatuh ke dalam sungai dan darahnya bercampur dengan air sungai. Tak berapa lama, air sungai tersebut menjadi bening dan harum. Sidopekso pun menyadari bahwa Sritanjung tidak berbohong. Ia sangat menyesali perbuatannya.

Maka daerah itu pun dikenal dengan nama BANYUWANGI yang artinya air yg berbau harum. Hingga saat ini pun konon air sungai itu berbau harum pada suatu waktu.

You Might Also Like

0 komentar

Instagram